Umum — January 9, 2020 at 7:06 am

Hidroponik Solusi Pertanian Masa Kini

by

Di era modern ini sangat mudah untuk bercocok tanam, untuk bercocok tanam sekarang sudah tak memerlukan lahan luas lagi karena sudah populer dengan istilah hidroponik. Hidroponik menjadi solusi  karena urbanisasi yang kian merajalela sehingga luas tana menyempit. Dengan pertambahnya populasi makan kita butuh lahan pertanian yang bertambah karena merupakan sumber utama penghasil bahan pangan. Karena itu hidroponik sangat cocok dengan kondisi masa sekarang ini dimana lahan sempit tetapi populasi kian naik sehingga kebutuhan akan sumber makanan ikut naik juga.

Hidroponik menjadi solusi dimana metode ini sudah mulai banyak dilakukan oleh masyarakat untuk mengimbangi kebutuhan bahan pangan yang semakin bertambah sementara lahan pertanian yang semakin menyempit. Hidroponik adalah metode bercocok tanam dengan menggunakan media air sebagai jalur tumbuhan mendapatkan nutrisi sehingga tidak perlu menggunakan tanah lagi. Hidroponik ini sangat cocok untuk pemukiman sempit terutama di perkotaan yang memang areanya sudah sangat tertutup, berkebun di area perkotaan yang padat sering disebut dengan urban farming. Hidroponik memberikan efek menyegarkan apalagi di tengah kota yang panas dan penuh polusi, Selain memberikan efek hijau menyegarkan, kita bisa memetik hasilnya untuk di konsumsi sehari-hari tidak usah pergi ke toko sayuran terdekat maupun swalayan penyedia sayur lagi tentunya sayur hidroponik yang kita tanam sendiri lebih segar dan lebih sehat karena tidak menggunakan pestisida ataupun semacamnya.

Pengertian Hidroponik

Hidroponik (hydroponics) Merupakan metode bercocok tanam dengan menggunakan media air atau air menjadi unsur paling dominan sehingga tidak perlu menggunakan tanah lagi sebagai medianuya. Tanah adalah sumber daya alam utama selain matahari dan air, tanah juga merupakan salah satu faktor pendorong keberhasilan makhluk hidup dapat atau mampu hidup sampai sekarang ini. Pengertian Tanah adalah lapisan tipis kulit bumi yang terletak paling luar. Tanah terjadi karena hasil pelapukan atau erosi batuan induk (anorganik) yang bercampur dengan bahan organik.

Secara awam dikenal sebagai “bercocok tanam tanpa tanah menggunakan air”. Awalnya para peneliti yang Mencoba air sebagai media tanam dengan tujuan uji coba bercocok tanam tanpa tanah. Uji coba tersebut ternyata berhasil. Setelah itu, media air diganti dengan media yang lebih praktis, efisien dan lebih produktif. Cara kedua ini lebih mendapat sambutan dibandingkan cara yang hanya menggunakan media air. Oleh karenanya, pada perkembangan selanjutnya, teknik itu disebut hidroponik. Metode ini kemudian dikembangkan secara komersial namun untuk sekarang ini teknik ini sudah dapat dipelajari secara bebas termasuk di website ini.

Sejarah hidroponik

Dalam berbagai literatur, metodologi hidroponik telah dimulai ribuan tahun yang lalu. Ada taman gantung di Babilon dan taman terapung di Cina yang merupakan inspirasi dari Hidroponik. Di Mesir, India, dan Cina, juga ditemukan Metode yang serupa. Manusia purba sudah kerap menggunakan larutan pupuk organik untuk memupuk semangka, mentimun, dan sayuran lainnya dalam bedengan pasir di tepi sungai. Cara bertanam seperti ini kemudian disebut river bed cuultivation.

Ketika para ahli menggunakan nutrien khusus untuk pengganti media tanam, disebutlah nutri culture. Setelah itu, bermunculan istilah water culture, solution culture dan gravel bed culture berdasarkan media tanam alternative yang digunakan tanpa menggunakan tanah. Terakhir pada tahun 1936 istilah hidroponik lahir, istilah ini diberikan untuk hasil dari Dr. WF. Gericke, seorang agronomis dari Universitas California, USA, berupa tanaman tomat setinggi 3 meter yang penuh buah dan ditanam dalam bak berisi mineral hasil uji cobanya.

Sejak saat itu, hidroponik digunakan untuk menyebut segala aktivitas bercocok tanam tanpa menggunakan tanah sebagai tempat tumbuhnya. Hidroponik tidak lagi Cuma ada di laboratorium, Sekarang Hidroponik menjadi teknik yang sederhana dan dapat diterapkan oleh siapa saja termasuk ibu rumah tangga maupun anak muda yang ingin belajar dirumah.

Manfaaat Hidroponik

Berikut ini adalah beberapa kelebihan menggunakan metode ini :

  • Penggunaan air menjadi lebih efisien. Kita jadi tidak perlu menyiram tanaman dengan air tetapi air yang digunakan terus menerus mengalir tanpa ada air yang terbuang sia sia.
  • Tanaman tumbuh menjadi lebih cepat. Hal ini dikarenakan tanaman menjadi lebih cepat karena nutrisi yang diserap berbentuk cairan, dan juga suhu air pun mendukung untuk tanaman lebih cepat untuk diserap karena tidak panas seperti di air.
  • Tidak membutuhkan media tanah sebagai media utamanya membuat bercocok tanam hidroponik lebih bersih, lebih segar dan lebih sehat tentunya.
  • Tidak memerlukan banyak tenaga kerja tambahan karena hidroponik hanya memerlukan sedikit tenaga untuk merawatnya sehingga menghemat biaya karenateknik hidroponik sangat praktis.
  • Hasil panen yang dihasilkan bisa lebih banyak.
  • Proses memanen hasil yang lebih mudah.
  • Dengan menggunakan metode bercocok tanam hidroponik, maka kita tidak memerlukan lahan yang sangat luas karena metode ini tanaman bisa disusun bertingkat dilahan sempit sekalipun.
  • Tidak bergantung pada cuaca sehingga kita bisa melakukannya kapanpun kita mau yang penting tanaman tersebut tidak terganggu dengan adanya panas hujan dan lain lain karena juga bisa dilakukan di tempat tertutup dengan menggunakan growlight.
  • Hasil panen yang dihasilkan menjadi lebih steril daripada hasil yang dari lahan perkebunan
  • Resiko terserang penyakit dan hama tanaman menjadi lebih sedikit. Karena pengendalian penyakit dan hama lebih mudah dikarenakan modular sehingga penyakitpun tidak cepat menyebar.
  • Menghemat penggunaan pupuk sehingga lebih efisien, umumnya hidroponik diberi pupuk atau nutrisi lagi setelah kada kepekatanya berkurang.

Metode Cara Menanam Hidroponik

Membuat tanaman dengan cara hidroponik bisa menjadi selingan dalam mengisi waktu luang dan kosong. Untuk membuatnya hanya diperlukan beberapa bahan yang bisa di dapatkan di toko peralatan atau dengan memanfaatkan barang bekas berupa botol plastik, gelas plastik, jerigen, dan masih banyak bahan lainnya atau juga dapat menggunakan bahan bangunan atau bahan yang terdapat di toko besi contohnya pipa paralon. Jenis tanaman sayur yang bisa ditanam dengan cara hidroponik juga beragam, mulai dari kangkung, bayam, sawi, seledri, kemangi dan berbagai jenis tanaman lain. Selain itu tanaman sayur ini bisa sekaligus dijadikan tanaman hias di sekitar rumah. Dengan begitu, selain bermafaat untu dikonsumsi sayuran hidroponik bisa dijadikan salah satu alternatif pengganti tanaman hias. Hiidroponik tidak hanya menanam sayur dan tanaman hias tapi juga dapat menanam buah buahan seperti melon, tomat, semangka dan lain lain. Di era ini pun juga baru dikembangkan hidroponik untuk penanaman padi. Berikut ini adalah beberapa metode cara bercocok tanam hidroponik :

Static solution culture / Rakit Apung / Wick System

Metode ini menggunakan air statis. Teknik  ini akan menyebabkan akar tanaman akan terus menerus tercelup air yang diletakkan pada wadah berisi larutan nutrient. Teknik ini lebih dikenal dengan teknik apung atau disebut dengan rakit apung dan sistem sumbu. Teknik ini adalah yang paling sederhana dari semua teknik hidroponik. Ukuran wadah tergantung pada ukuran tanaman. Kita bisa melapisi wadah menggunakan aluminium foil, cat, atau material lain agar air tidak ditumbuhi oleh lumut.

Pada teknik sumbu, alat yang digunakan adalah netpot yang berisi media tanam dan beberapa kain (biasanya kain flanel) yang menjulur ke bawah. Fungsinya adalah untuk menyerap larutan nutrisi ke akar tanaman melalui pipa-pipa kapiler. Pada teknik apung, kita bisa memakai gabus yang telah dilubangi. Lubang-lubang tersebut lalu diisi oleh pot kecil yang awalnya sudah diisi dengan media tanam, untuk akar yang dicelup langsung pada wadah air.

NFT (Nutrient Film Technique)

Cara ini merupakan cara paling populer yang digunakan oleh banyak orang dalam mengaplikasikan cara menanam hidroponik. Cara menanam adalah sebagai berikut. Siapkan beberapa pipa atau talang, dan pompa. Lubangi pipa sesuai dengan panjangnya. Pastikan jarak satu lubang dan lubang yang lain sama(± 15 centimeter  – 25 centimeter). Susun pipa atau talang yang dipersiapkan untuk menjadi tempat menanam tanaman. Siapkan penampung pada ujung pipa yang lebih rendah.

Lalu Pasang pompa untuk mengalirkan air nutrisi agar alirannya maksimal. Metode ini memiliki konsep dasar menanam akar tanamannya tumbuh pada bagian lapisan nutrisi yang tidak dalam. Teknik ini juga menjaga sirkulasinya agar tanaman tetap mendapat nutrisi, oksigen, dan air secara baik dan tercukupi.

Hidroponik menggunakan WICK

Cara WICK disukai karena pembuatannya yang mudah serta bahan-bahan yang mudah didapatkan serta murah. Bahkan Anda bisa menggunakan barang bekas. Kita hanya perlu menyiapkan :

Botol air mineral, Alat pemotong, Sumbu kompor atau kain flannel, dan Alat untuk melubangi bisa berupa solder atau paku. Cara membuatnya adalah dengan  Potong botol bekas menjadi 2 bagian.

Lubangi tutup botol. Gabungkan ke dua bagian botol. Caranya adalah dengan membalik bagian moncong botol menghadap ke bawah. Pasang sumbu kompor atau kain flanel pada lubang di tutup botol, pastikan sumbu atau kain bisa menyerap air nutrisi. Tanam bibit tanaman pada bagian atas botol dengan tanah secukupnya. Isi bagian botol bawah dengan air nutrisi

Aeroponik

Metode Aeroponik caranya adalah dengan membasahi akar tanaman secara berkala dengan butiran larutan nutrient yang halus. Metode ini menggunakan tanaman yang tumbuh dengan akar menggantung di udara sehingga tidak memerlukan media.

Lalu bagaimana cara membuat tanaman hidroponik? Tenang saja, cara mudah kok, ikuti saja petunjuknya di bawah ini. Sebelum mulai untuk membuat tanaman hidroponik, siapkan peralatan di bawah ini.

  1. Kain untuk sumbu bila ada gunakanlah kain panel
  2. Gelas plastik
  3. Botol plastik
  4. Jerigen
  5. Nutrisi hidroponik
  6. Media tanam yang terdiri dari aram sekam, pecahan batu bata, kerikil, rocwool ataupun pasir.

Untuk media tanam yang digunakan, Anda bisa memilih salah satu media tanam yang disebutkan di atas. Pastikan media tanam yang Anda gunakan mempunyai poros sehingga air dan nutrisi yang diberikan bisa diserap dengan optimal dan bisa menopang pertumbuhan tanaman dengan baik. Selain itu penggunaan nutrisi juga harus diperhatikan, karena inilah yang menjadi sumber makanan bagi tanaman yang dibididayakan.

Tahapan Cara menanam hidroponik.

1. Penyemaian Benih Tanaman

Sebelum di tanam menggunakan media tanam, bibit disemaikan terlebih dahulu dengan tray atau wadah semai. Gunakan bibit yang tingkat pertumbuhannya mencapai 80%. Setelah benih sudah tumbuh dan cukup umur, barulah dipindahkan ke media tanaman.

2. Menyiapkan Media Tanam

Jenis media tanam yang bisa digunakan untuk tanaman hidroponik sangat banyak. Media tersebut bisa didapatkannya dengan cara membeli di toko pertanian. Buatlah campuran dari sekam bakar dan pasir kerikil, atau campuran rockwool dan pasir kerikil. Lalu letakan media tanam yang telah dibuat pada wadah yang akan digunakan untuk menanam. Bisa menggunakan botol bekas, pipa paralon atau media lain yang tersedia di sekitar tempat tingga Anda.

3. Pemberian Nutrisi

Pemberian nutrisi sangatlah penting. Karena menanam tanpa menggunakan tanah, membuat cadangan makanan untuk tanaman sangat terbatas. Nutrisi yang diberikan biasanya berupa nutrisi cair, sehingga mudah diserap oleh tanaman. Cara pemberian nutris bisa dilakukan dengan cara di siram manual setiap pagi atau sore hari.

4. Perawatan Tanaman

Cara merawat tanaman hidroponik adalah dengan melakukan penyiraman setiap pagi atau sore hari, membersikan gulma yang menAggangu tanaman serta memberikan pupuk secara berkala.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *